« Home | SEJARAH YANG AKAN TERHAPUS » | KAPAN SURABAYA BERSIH???? » | LAMBATNYA PEMBANGUNAN DI KOTA TERCINTA » | Cerita kecil si TAMAN BUNGKUL » | POLISI PARIWISATA »

untuk Surabaya yang lebih baik

KESADARAN YANG RENDAH

Mungkin judul diatas tepat untuk mewakili berita ini :

“Sejumlah saluran air dan sungai di Surabaya dipenuhi sampah,
Jumat (31/3). Saluran dan sungai yang dipenuhi sampah tersebut
sangat dekat dengan permukiman penduduk. Selain merusak keindahan
kota, banyaknya sampah ini dapat menjadi sumber penyakit dan banjir.
Berdasarkan pengamatan, saluran air yang dipenuhi sampah
tersebut berada di Jalan Menur, sekitar Jalan Simokerto Tebasan
(belakang Tempat Pemakaman Umum Kapas Krampung), dan Jalan Kenjeran.
Saluran-saluran air ini memiliki lebar tiga meter.
Air yang berada di saluran air di Jalan Menur dan sekitar Jalan
Simokerto Tebasan tampak tidak bergerak sehingga sampah itu
menggenang dan mengeluarkan bau yang tidak sedap. Sementara sungai
yang dipenuhi sampah berada di sungai dekat Jalan Kalisari,
sepanjang Jalan Genting, dan Jalan Asem Rowo.
Aliran air di sungai-sungai ini juga bergerak lambat sehingga
praktis mengeluarkan bau menyengat. Persis di samping saluran air
dan sungai tersebut terdapat permukiman padat penduduk.
Nesdi (46), salah satu warga yang berada di Jalan Genting,
mengeluhkan banyaknya sampah di sungai yang disebut Kali Genting
oleh warga setempat. Setiap bulan, lanjut dia, kali itu selalu
dibersihkan, tetapi selang beberapa hari setelah dibersihkan pasti
jumlah sampah kembali banyak.
Menurut dia, banyaknya sampah diakibatkan kesadaran warga yang
masing kurang sehingga masing membuang sampah di sungai. "Musim
hujan seperti sekarang masih mending, air sungai masih mengalir dan
sampah mengikuti aliran air. Pada musim kemarau, kondisinya lebih
parah karena air sungai surut dan berhenti mengalir," ujarnya.( KOMPAS, 01 Apr 2006 Hal: 3 Penulis: D12 )


Ini hanyalah salah satu keluhan tentang lingkungan Surabaya yang semakin buruk.mestinya kita harus berpikir mengapa hal tersebut dapat terjadi,apakah ini dampak dari kesadaran yang buruk untuk menjaga lingkungan sendiri.jika masih baru-baru ini mungkin hanya bau yang jadi masalah,tapi kalau sudah lama??bisa-bisa hidung kita tak bisa membedakan wangi parfum dan kentut orang.kalau sudah seperti ini siapa yang bertanggung jawab?pemerintah tak bisa di salahkan karena bukan yang membuang,warga juga tak bisa karena tak semua warga membuang sampah.jadi perlu perlu penanganan serius serta kerja sama antara warga dan pemerintah karena selama ini mereka (kedua pihak)jarang bekerja bersama.







Free Hit Counter
Free Hit Counter
bagaimana Surabaya saat ini menurut anda?
semakin baik
cukup baik
tidak berubah
makin buruk
tidak tahu
  
pollcode.com free polls

Free shoutbox @ ShoutMix

About me

  • I'm Unknown
  • From
My profile

Archives