« Home | ULTAH SURABAYA,masih butuh instropeksi » | KESADARAN YANG RENDAH » | SEJARAH YANG AKAN TERHAPUS » | KAPAN SURABAYA BERSIH???? » | LAMBATNYA PEMBANGUNAN DI KOTA TERCINTA » | Cerita kecil si TAMAN BUNGKUL » | POLISI PARIWISATA »

untuk Surabaya yang lebih baik

SEJARAH MEMANG MAHAL

Tahun 1965, Oei Him Hwie ditangkap oleh pemuda dan tentara karena dituduh pengkhianat. Tuduhan itu disulut dengan fakta ia menjadi anggota Sekretariat Badan Permusyaratan Kewarganegaraan Indonesia
atau Baperki Malang.
Tahun 1989, Oei merasa hampir benar-benar menjadi pengkhianat bagi Indonesia. Saat itu ada dua peneliti dari Australia menawar koleksi buku-buku tentang Indonesia miliknya. Seluruh buku itu ditawar Rp 1
miliar atau dengan nilai sekarang setara dengan Rp 3,6 miliar.
"Memang sempat terpikir menerima tawaran itu. Saya juga punya kebutuhan yang harus dipenuhi. Apalagi kalau menghitung masa 13 tahun ditahan Orde Baru," tuturnya.
Akan tetapi, ia khawatir buku-buku itu menjadi dasar penelitian tentang Indonesia. Jika penelitian itu bermaksud baik, tentu tidak apa-apa. Namun, siapa tahu penelitian itu bertujuan mencari titik lemah Indonesia. Christian Snouck Hurgronje pernah melakukan itu saat
Belanda ingin mengalahkan Aceh.


Ia juga tidak mau dituduh pengkhianat untuk kedua kalinya oleh
para pemuda. Ia khawatir para pemuda menyebutnya sebagai pembikin
susah. "Nanti mereka bilang, ini orang yang menjual buku-buku sejarah
Indonesia. Buat kami susah kalau belajar sejarah. Kami harus ke luar
negeri kalau mencari buku sejarah," tuturnya..................
(KOMPAS,Senin, 21 May 2007 Hal: 1 Penulis: Mada, Kris Razianto)

Kita perlu bangga karena sejarah kita masih diperhatikan oleh bangsa lain. Tapi mengapa kita sendiri malah melupakan? Inilah kenyataan pada zaman ini.sebagian besar siswa Surabaya hanya mampu mengungkapkan rasa nasionalismenya melalui upacara saja,itupun dengan tidak hikmat pula.cukup ironis memang.kita cukup melihat sejarah kota kita sendiri untuk membandingkan betapa rendah semangat nasionalisme pemuda kita.kita lihat betapa besar semangat nasionalisme pemuda jaman dahulu.mereka bahkan lebih rela mati daripada melihat bangsanya dijajah.sedangkan kita?kita tak perlu berperang,cukup melakukan sesuatu yang berguna untuk kota kita.namun itu sungguh sulit.bahkan untuk menghentikan kebiasaan buruk saja sulit,misalnya tidak membuang sampah di kalimas.dan menurut saya warga Surabaya memiliki sifat “latah” maksudnya warga Surabaya selalu mencoba dan mengikuti hal-hal baru seperti produk-produk,lifestyle,dan semua hal baru yang datang ke Surabaya.kalau masih belum yakin dengan pandangan saya lihat saja kebudayaan punk yang ada di Surabaya,mereka (anak punk) mungkin tidak tahu sejarah punk,idealisme punk,dan bagaimana punk itu sendiri.mereka hanya meng “aksesori”nya saja.hal inilah yang membuat pemuda Surabaya kehilangat semangat nasionalisme.